Adsense

Showing posts with label Kamera. Show all posts
Showing posts with label Kamera. Show all posts

17 November 2014

Perbandingan Hasil Foto Olympus EPM1 dan Panasonic Lumix GF2

Hai...apa kabar semuanya? :D

Kali ini, aku akan membahas tentang 2 kamera mirrorless yang mengisi segmen Entry-Level.
Kamera ini memang sudah keluaran lama, tapi masih cukup mumpuni, jika hanya untuk menyalurkan hobi fotografi. Oiya perbandingan yang aku lakukan ini, menggunakan lensa kit masing-masing kamera, yang merupakan bawaan langsung, ketika kita membeli kamera ini.

Oke, langsung saja ya...hehehe
Kita simak perbandingan hasil foto anatara Olympus EPM1 dan Lumix GF2









Pada hasil di atas secara kasat mata Olympus bisa menghasilkan warna yang lebih menarik dan terlihat jauh lebih detil bahkan ketika dilakukan cropping 100% pada area kulit. Sedangkan Panasonic, menghasilkan warna yang cenderung soft dan kurang detil ketika dilakukan cropping.



Flash pada mode AUTO juga memperlihatkan bahwa kinerja flash Olympus dapat bekerja jauh lebih maksimal dibandingkan flash Panasonic.

Demikian, perbandingan singkat yang dengan sengaja aku lakukan, untuk menguji hasil foto kedua kamera ini :D
Lain kali, akan aku bahas dengan lebih detil...Ditunggu ya,



16 January 2013

Coba-coba dengan Lensa bg.3 ( Canon FD 50mm 1.8 S.C )

Lensa FD 50mm 1.8 S.C ini merupakan salah satu lensa fix, dimana lensa hanya memiliki 1 pilihan rentang FL, yakni 50mm. Masih menggunakan mount FD, salah satu tipe mount yang digunakan oleh kamera Canon sebelum akhirnya diubah menjadi mount EOS seperti sekarang ini.


Untuk dapat dipasang pada body kamera bertipe EOS, maka lensa ini harus menggunakan adapter FD to EOS terlebih dahulu, atau bisa juga dengan cara mengubah (oprek) dari mount FD ke mount EOS, walaupun ada beberapa yang tidak rapi dalam proses pengoprekan ini. Kebetulan yang aku punya yang sudah dioprek menjadi mount EOS.



Karena tergolong lensa manual, maka jelas tidak ada switch AF/MF seperti lensa pada masa sekarang ini. Body lensa juga bukan terbuat dari plastik, sehingga masih cukup berat. Proses pencarian fokus dilakukan oleh kita sendiri dengan menghitung jarak lensa dengan obyek yang akan difoto. Cara ini dilakukan dengan memutar ring fokus pada lensa.

Berikut ini spesifikasi dari Canon FD 50/1.8 S.C 
  • Lens Construction (group)                     4
  • Lens Construction (element)                  6
  • No. of Diaphragm Blades                      6
  • Minimum Aperture                               f/16
  • Closest Focusing Distance                   0.6 m
  • Maximum Magnifcation                1:9.7 (0.103x)
  • Filter Size                                           55 mm
  • Maximum Diameter x Length        64 x 44.5 mm
  • Weight                                        255 gr (0.56 lb)
  • Hood                                                 BS-55


Beberapa hasil dengan lensa ini :




Canon EOS 400D w/  FD 50/1.8 S.C


Canon EOS 400D w/  FD 50/1.8 S.C






10 July 2012

Lawang Sewu Expo 2012

Lawang Sewu Expo 2012 

Waktu pelaksanaan : Minggu, 8 Juli 2012


Fujifilm HS10 |  1/280 | F/5 | ISO 200


Fujifilm HS10 |  1/950 | F/4.5 | ISO 200


Fujifilm HS10 |  1/90 | F/5.6 | ISO 200


Fujifilm HS10 |  1/120 | F/5 | ISO 200


Fujifilm HS10 |  1/1000 | F/4.5 | ISO 200


Mengenal Diafragma / Aperture (f)

Diafragma / Aperture / Bukaan lensa yaitu suatu mekanisme dalam sebuah kamera (lensa) yang mengatur jumlah cahaya yang masuk ke kamera. Bagian ini terdapat dalam susunan lensa berupa lembaran membentuk lubang/lingkaran yang bisa berubah ukuran. Semakin besar pembukaan diafragma maka semakin banyak cahaya yang masuk, begitu juga sebaliknya. 

Angka yang biasanya terdapat untuk menyatakan diafragma adalah 1,4 - 2,8 - 4 - 5,6 - 8 - 11 - 16 - 22. Angka yang besar menunjukkan bukaan diafragma yang sempit dan angka yang semakin kecil menunjukkan bukaan diafragma yang lebar.

Banyaknya angka diafragma dalam suatu lensa tergantung juga pada kemampuan lensa untuk meneruskan cahaya. Misalnya lensa wide dengan susunan lensa sedikit dan pendek akan lebih banyak memasukkan cahaya, biasanya angka diafragma bisa mencapai 1,4 sedangkan pada lensa tele yang susunan lensanya lebih banyak dan panjang biasanya diafragma terendah sekitar 4 atau 5,6. Untuk keperluan khusus, ada juga lensa tele dengan diafragma hingga angka 1,4. 

Diafragma memiliki efek Depth of Field atau Ruang Tajam. Misalnya dengan menggunakan diafragma 1,4 (bukaan lebar), maka semua benda sebelum dan sesudah obyek akan terlihat buram (blur). Sedangkan pada penggunaan diafragma 22 (bukaan kecil), maka semua benda sebelum dan sesudah obyek akan terlihat jelas.

04 July 2012

Mengenal Metering

Light meter merupakan sebuah alat untuk mengukur intensitas cahaya, yang berhubungan dengan penentuan shutter speed, ISO, dan diafragma. Dalam mengukur cahaya, light meter memiliki beberapa mode metering, antara lain :
  • Multi segment/Evaluative/Matrix Metering
Mode ini yang umum digunakan. Pada mode ini, kamera akan menentukan exposure berdasarkan rata-rata pengukuran cahaya di seluruh bidang foto. Mode ini dianggap ideal pada berbagai kondisi pemotretan, baik indoor maupun outdoor, walaupun terkadang mode ini kurang akurat untuk pemotretan landscape.
  • Center weghted/Average Metering
Mode ini masih mengandalkan pengukuran cahaya pada bidang yang cukup luas, namun dengan prioritas pada tengah foto. Dengan mode ini, area tengah bisa mendapat exposure yang tepat. Mode ini cocok untuk pemotretan potrait. 
  • Spot Metering
Mode ini pengukuran cahaya hanya pada bidang yang sempit (sekitar 5% dari luas bidang total). Tidak semua kamera menyediakan mode metering ini. Mode ini sangat berguna pada kondisi pemotretan dengan pencahayaan yang kompleks. 

03 July 2012

Apa seh DoF (Depth of Field) itu?

DoF atau Depth of Field, kedalaman ruang atau biasa disebut dengan ruang tajam, yakni ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam foto. DoF yang lebar berarti sebagian obyek foto, dari obyek terdekat sampai terjauh dari kamera akan terlihat tajam dan fokus. Sedangkan DoF yang sempit berarti hanya bagian titik tertentu yang tajam dan fokus, bagian lain akan mengalami blur (out of focus).

DoF digunakan untuk menunjukkan suatu bagian dalam foto yang mendapatkan perhatian khusus oleh mata dikarenakan perbedaan kedalaman ruang. Secara umum, Depth of Field ditentukan oleh beberapa hal di bawah ini :
  • Jarak fokus utama dari kamera
Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan kuadrat jarak obyek. Jika kita mengubah jarak antara kamera dengan obyek sebesar 3x, maka lebar ruang tajam akan menjadi 9x lebih lebar.
  • Bukaan diafragma
Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan diafragma. 
Contoh : Jika diafragma dinaikkan 2 stop dari F/8 ke F/16, maka lebar ruang tajam akan 2x lebar semula.
  • Panjang fokus lensa
Lebar ruang tajam berbanding terbalik dengan kuadrat panjang fokus. Jika kita mengubah lensa dari 100mm ke 50mm, maka lebar ruang tajam akan menjadi 4x lebih lebar.



02 July 2012

Beberapa Jenis Filter Kamera

Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat, beberapa jenis filter yang biasa digunakan pada kamera :

  • Filter UV
UV merupakan singkatan dari Ultra Violet, dimana dengan menggunakan filter UV akan sedikit meningkatkan kontras dari foto yang kita hasilkan. Filter ini juga berguna melindungi lensa dari debu dan goresan benda di sekitar kita.
  • Filter ND
ND merupakan singkatan dari Neutral Density, dimana dengan menggunakan filter ND, kita dapat meredam intensitas cahaya yang masuk ke sensor kamera. Tujuan nya supaya kita bisa menggunakan aperture yang lebih besar atau shuttter speed yang lebih rendah.
  • Filter Polarizer
Filter ini berguna untuk meredam pantulan cahaya dari benda yang memliki permukaan non-metal (misalnya : kaca). Selain itu, filter ini juga berguna untuk meningkatkan kontras dan saturasi warna. Ada 2 tipe polarizer, yaitu : 

- Polarizer Linear
- Polarizer Sirkular/CPL (filter ini bisa diatur kepekatannya dengan bantuan ring filternya)
  • Filter CU
CU merupakan singkatan dari Close Up, dimana dengan menggunakan filter CU, kita dapat mengubah jarak fokus obyek yang akan difoto. Efek yang dapat ditimbulkan oleh filter ini antara lain :

- Cahaya turun 1-2 stop
- Ketajaman berkurang
- DoF menjadi lebih sempit

15 June 2012

FUJIFILM FINEPIX E500

Beberapa fitur unggulan FinePix E500 Zoom :

2" LCD 
3.2x optical zoom 
Menggunakan sensor CCD dengan 4.1 Mega Pixel
Focal length equivalent to 28 - 91mm terhadap kamera 35mm 
Merekam video hingga 10 fps
Dapat digunakan hingga ISO 80


Depan

Fujifilm HS10 | 4.6mm | 1/20 | F/2.8 | ISO 800



Atas

Fujifilm HS10 | 4.6mm | 1/10 | F/2.8 | ISO 800





Belakang

Fujifilm HS10 | 4.6mm | 1/4 | F/2.8 | ISO 800





Atas

Fujifilm HS10 | 4.6mm | 1/4 | F/2.8 | ISO 800




THE DANCE COMPANY ( MAL CIPUTRA SEMARANG )

Fujifilm HS10 | 61.4mm | 1/20 | F/4.5 | ISO 800


Fujifilm HS10 | 61.4mm | 1/25 | F/4.5 | ISO 800


Fujifilm HS10 | 61.4mm | 1/60 | F/4.5 | ISO 800


Fujifilm HS10 |12.7mm | 1/30 | F/4.0| ISO 800




05 May 2012

FUJIFILM FINEPIX HS10 ed.1

Beberapa fitur unggulan yang terdapat pada Fujifilm HS10 :

Lensa Fujinon 30x optical zoom (24-720mm) dengan mechanical zoom
Wide-angle dan telephoto dalam 1 lensa
3 Image Stabilizer (sensor shift IS, high ISO IS, Digital IS)
10 Mega Pixel BSI CMOS 
3.0” High Resolution  LCD yang dapat dilipat
Electronic Viewfinder (EVF) dengan eye-sensor 
High speed 10 fps continuous shooting at full resolution and new motion-tracking auto focus
Full HD (1080p) recording dengan stereo sound
Super High Speed movie capture at 1000 fps
Dapat memilih RAW, JPEG, dan RAW+JPEG



Atas (Ada hot-shoe, berguna untuk menambah flash eksternal)



Samping (Ada slot SD card)


Depan (Lensa memiliki diameter 58mm)


Samping (Ada slot USB dan HDMI)


Belakang (3 inch LCD yang dapat dilipat dan banyak shortcut button)


Atas (Lensa zoom maksimal)


Atas (LCD yang dilipat)


Belakang (Live view)

PHOTO CONTEST SUZUKI ERTIGA





Lokasi : Ambarukmo Plaza, Yogyakarta
Acara : Photo Contest dalam rangka peluncuran Suzuki ERTIGA
Waktu : 4 Mei 2012, pukul 18.00 - 20.00

14 March 2012

BATERE TERBAIK YANG PERNAH AKU PAKAI SELAMA INI

Selama menggunakan batere tipe AA, aku sudah pernah menggunakan berbagai macam merk, antara lain :


  • Batere re-charge : Sanyo 2700 mAh, Sanyo Eneloop XX 2500 mAh, Sanyo Eneloop 2000 mAh, Energizer 2000 mAh, Uniross 2000 mAh
  • Batere alkaline : ABC alkaline, Panasonic Evolta

Dari berbagai tipe batere di atas, aku puas dengan kinerja SANYO ENELOOP XX dan PANASONIC EVOLTA

[FIRST CAMERA] CANON POWERSHOT A570 IS

Pertama kali memiliki kamera yaitu sebuah kamera poket tipe Canon Powershot A570IS. Aku membeli pada saat ada pameran komputer di Java Mall dengan harga sekitar 1,9juta saat itu. Kamera ini pula yang selanjutnya menemaniku kemanapun aku pergi, kamera ini pasti selalu ada di dalam tasku.




Body kamera agak bongsor karena menggunakan batere AA (aku lebih menyukai tipe batere ini sampai sekarang). Yang aku suka dari kamera ini karena telah memiliki Optical Image Stabilizer. Bukaan efektif dari 2.6 sampai 5.5 dengan FL 5.8-23.2 mm.





Kelebihan lain yang dimiliki kamera ini, yakni dengan adanya OVF (walaupun jarang sekali digunakan karena kurang akurat, namun tetap menjadi nilai tambah). Di samping itu juga ada roda putar dengan banyak pilihan scene dan yang terpenting ada mode PSAM (P/Tv/Av/M), berbagai mode kamera ini yang sering aku gunakan dalam memotret. Kamera ini terbukti cukup handal selama aku bawa pergi ke berbagai tempat dan tidak pernah menyentuh tangan teknisi, walaupun pada akhirnya kamera ini aku jual demi menebus kamera yang memiliki optical zoom lebih besar. 

06 March 2012

PERALATAN SEHARI-HARI

Apa saja seh yang selalu aku bawa kemanapun aku pergi?

Jawaban :

  • 1 buah tas kamera EA2TT
  • 1 Kamera Fujifilm HS10
  • 1 set filter UV,CPL,FLD
  • 4 buah batere Sanyo Eneloop 2000 NiMH
  • 4 buah batere Energizer 2000 NiMH
  • 4 buah batere ABC Alkaline
Sebenarnya ingin sekalian bawa charger, namun sudah tidak muat untuk masuk ke dalam tas EA2TT.

KELEBIHAN & KELEMAHAN FUJIFILM FINEPIX HS10

Kali ini mencoba mengulas tentang kelebihan dan kelemahan kameraku, Fujifilm Finepix HS10 antara lain :




Kelebihan Fujifilm HS10 :

  • Bentuk menyerupai kamera DSLR
  • Sistem Optical Zoom menggunakan model putar, menyerupai DSLR
  • Optical Zoom mencapai 30x
  • Ada eye sensor
  • Diameter lensa 58mm dan memiliki ulir
  • LCD bisa ditekuk ke atas dan bawah
  • Banyak terdapat tombol shortcut
  • Ada mode PSAM
  • Ada hot-shoe
  • Batere bisa menggunakan alkaline/ NiMH, tergantung situasi dan kondisi


Kelemahan Fujifilm HS10 :
  • Belum ada Optical IS
  • Viewfinder kurang besar
  • LCD tidak bisa diputar keluar seperti Canon 600D
  • Bukaan lensa tidak fix di F2.8
  • Hot-shoe belum menganut tipe TTL
  • Noise mulai mengganggu di ISO 800
  • Ukuran sensor masih terlalu kecil

25 February 2012

Memperbaiki Karet Grip Fujifilm HS10

Cerita bermula ketika aku mendapati Fujifilm HS10 ku ternyata mengalami gejala yang membuat sakit mata dan sakit hati. Yapz, ternyata karet grip kameraku melar di bagian telunjuk, arggghhh...sungguh membuat perasaanku tidak menentu setiap kali menggunakan kamera itu. Segera kucari info di internet supaya karet grip ku bisa menempel lagi seperti sedia kala.

Setelah itu berbagai cara kulakukan,

Pertama, kucoba dengan double tape Kenko yang biasa ada di toko buku. Ternyata hanya bisa menempel erat pada bagian plastiknya, sedangkan pada bagian karet grip, tidak bisa menempel dengan baik.
Kedua, kucoba kembali dengan lem Castol, ternyata lem ini malam merusak lem asli dari karet grip HS10. Lem ini juga lama dalam hal pengeringan.
Ketiga, aku mulai mencari cara lain dengan membeli double tape merk 3M. Namun sepertinya aku salah beli sebab double tape ini hanya bisa untuk merekatkan kertas, tidak bisa merekatkan plastik dengan karet (padahal ini kubeli dengan harga yang tidak murah).

Tiga kali mengalami kegagalan, aku belum menyerah
Keempat, aku mencoba menggunakan Lem Aica Aibon yang berkaleng kuning (kata orang, ini merupakan jurus ampuh anak jalanan untuk fly). Tapi aku bukan bermaksud meniru mereka, namun kugunakan lem ini dengan benar. Memang lem ini proses pengeringannya lebih cepat dari Lem Castol, namun sifat dan bentuknya menyerupai Lem Castol. Hasilnya pun tidak bisa menempel dengan bagus.

Akhirnya akupun hampir menyerah setelah semua gagal,
Sampai akhirnya aku teringat masih punya lem di bagasi motor (lem ini biasa aku gunakan untuk mengelem body motor yang retak/pecah). Kuambil lem dengan merk huruf China/Taiwan itu (di bawah tertulis Tongshen). Tertulis juga website nya www.tongshen.com.tw
Kumulai pengelemen sedikit demi sedikit, pelan-pelan kurekatkan karet grip ku. Mengapa harus pelan-pelan? Karena proses pengeringan nya berjalan dengan sangat cepat dan jika salah, akan meninggalkan bekas yang tidak bisa hilang. Hoooplaaaa..akhirnya usai sudah pengelemannya, dan karet grip HS10 ku sudah kembali menempel pada tempatnya

Memang tidak bisa serapi pada awalnya, namun ini lebih baik daripada karetnya melar. Kini aku bisa hunting foto dengan tenang.

23 February 2012

MY FIRST CAMERA


  • Kamera : Fujifilm S1600
  • Lokasi : di dalam kamar
  • 1s
  • F3.1
  • ISO200
  • FL5.0

Followers