Adsense

25 June 2014

Review Singkat Kamera dari LG L3


Wah, sudah sangat lama aku tidak menengok blog ini, wkwkwk... :D

Baiklah, kali ini masih dengan bahasan yang sama (tentang kamera), khususnya kamera handphone. Karena benda inilah yang hampir pasti selalu ada di kantong celanaku. Yang akan aku bahas adalah kamera dari LG L3, yang memiliki kekuatan 3.2 MP tanpa flash & AF (sama dengan yang dimiliki oleh SonEr X8). Apakah dengan angka yang sama akan memiliki kualitas foto yang sama pula?

Ternyata berbeda, kawan...

Bahkan bisa dibilang hasil yang didapatkan dari kamera LG L3 ini sangatlah biasa, walaupun dengan pencahayaan yang sangat cukup di siang hari. Hal ini tentunya sangat mengganggu dan merepotkan, karena jika aku ingin mengabadikan suatu moment yang bagus, pasti terkendala dengan hasil kamera yang cukup buruk ini. Hasil fotonya tidak cukup bagus dalam keakuratan warna maupun kontras.

Di bawah ini beberapa hasilnya :



Kondisi indoor dengan penerangan yang cukup (siang hari)


Kondisi semi indoor, penerangan cukup (malam hari, Gramedia)


Kondisi indoor, siang hari di sebuah klinik wajah (Yogya)


Kondisi outdoor dengan panas yang terik (Terminal Kartasura) 




25 December 2013

Review Singkat Kamera dari Sony Ericsson Xperia X8

Xperia X8 merupakan handphone android pertamaku, memiliki kamera dengan kekuatan 3.2 MP, tanpa dilengkapi lampu kilat. Untuk kondisi outdoor, X8 tidak banyak menemui kendala, dengan hasil kamera yang cukup memuaskan di kelasnya. Hasil fotonya memiliki tingkat kontras yang baik pula.

Kendala baru ditemui ketika ingin memotret makro dan kondisi lowlight, dikarenakan ketiadaan fitur AF (autofokus) dan lampu kilat.

Di bawah ini, beberapa hasilnya :



Kondisi outdoor ketika cahaya berlimpah (siang hari)


Kondisi outdoor ketika berawan (siang hari)

22 December 2013

Review Singkat Canon Powershot G9


Setelah menggunakan Canon PS S5 IS, aku mencoba jajaran lain dari keluarga Canon G-series, yakni Canon Powershot G9. Kamera ini juga kudapatkan 2nd dari seseorang di Semarang dengan cerita yang panjang :D. Memang awalnya kurang "sreg", dengan penampilan fisiknya (maklum, aku adalah orang yang cukup teliti dalam memeriksa sebuah barang terutama tampilan luar, hehehe). Namun pada akhirnya kamera ini tetap kupinang juga (dengan cerita yang panjang itu :D)




- Body
Dari segi body kamera, tergolong berat untuk kamera poket, namun hal ini menguntungkan buatku, karena lebih nyaman digenggam. Tombol pengoperasian juga sangat mudah dipelajari, walaupun tanpa membaca buku manual sekalipun. Di bagian atas kamera ini terdapat hotshoe yang memungkinkan kita untuk berkreasi lebih lanjut dengan flash eksternal. Strap kamera dapat digantung di leher (seperti DSLR). Kamera ini juga memeiliki OVF (optical viewfinder), yang cukup membantu jika kondisi tidak memungkinkan memakai LCD (batere menipis-merah)

- Batere
Menggunakan batere ori NB-2LH, kamera ini sanggup untuk memotret lebih dari 200 frame dalam 1 kali pengisian. Untuk berjaga-jaga, pada saat aku memakai kamera G9 ini, kusiapkan pula batere cadangan NB-2LH double power 1500mAH yang kubeli dari seorang juragan kamera di Kota Yogyakarta.

- LCD
Dengan LCD 3 inch, jelas terasa perbedaannya dengan 2.5 inch milik Canon PS S5 IS, apalagi tingkat kerapatan pixel LCD G9 lebih baik dibanding S5 IS.











Followers