Adsense

11 August 2012

Akhirnya Aku Memiliki Flash Eksternal

Setelah sekian lama memimpikan dan mencari di FJB, akhirnya penantianku terbayar sudah. Sebuah paket dari Surabaya, diantar oleh seorang kurir JNE ke tempat kosku. Kubuka paket tersebut, dengan perasaan yang harap-harap cemas.

Akhirnya.....Ya, akhirnya pembungkus paket itu lenyap sudah. Di depan mataku tergolek sebuah kardus dengan tulisan Yongnuo YN460. Inilah yang selama ini ingin aku miliki, sebuah flash eksternal untuk dipasangkan dengan kameraku. 

Dengan mata berbinar-binar kubuka kardus itu, kudapati sesosok benda hitam yang sangat menawan. Langsung kuambil 4 buah batere AA untuk mengembalikan nyawa flash eksternal baruku (sebenarnya ini barang 2nd orang lain).

Lalu beberapa detik kemudian, hiduplah kembali benda itu dari tidur panjangnya selama perjalanan Surabaya-Semarang.

Inilah teman baru dari kameraku, YN460 ...





27 July 2012

Mengenal White Balance

Dimulai dengan Auto White Balance (AWB), yang merupakan proses kamera digital yang secara otomatis menyesuaikan terhadap temperatur warna dari sumber cahaya yang ada. Pada proses ini, kamera menerka temperatur warna dari sumber cahaya yang ada, kemudian melakukan kompensasi dengan pergeseran warna  sehingga warna yang dihasilkan menjadi natural. Mode AWB ini biasanya dipakai pada kondisi outdoor siang dan malam hari (dengan atau tanpa lampu kilat).

Beralih ke berbagai White Balance yang biasa ditemui dalam kamera digital : 
  • Tungsten / Incancescent (2500-3500K)
Preset ini cocok jika sumber cahaya berasal dari lampu pijar yang berwarna kekuningan, biasanya dipakai pada pemotretan indoor tanpa lampu kilat. Bilai dipakai pada kondisi sumber cahaya lain, maka hasilnya akan cenderung berwarna biru.
  • Flourencent (4000-5000K)
Preset ini cocok jika sumber cahaya berasal dari lampu neon, baik itu tipe warm white (mendekati lampu pijar) dan daylight (mendekati sinar matahari pada siang hari).
  • Daylight (5000-6500K)
Preset ini cocok digunakan saat pemotretan outdoor siang hari dengan sinar matahari langsung.
  • Flash (5600K)
Preset ini menyesuaikan dengan temperatur warna dari lampu kilat kamera. Temperatur warna ini dianggap yang paling natural, tidak kebiruan atau kekuningan.
  • Cloudy (6500-8000K)
Preset ini cocok dipakai pada pemotretan siang hari dengan kondisi berawan. Preset ini bisa menghasilkan warna yang lebih hangat dibandingkan Daylight ketika dipakai di siang hari.
  • Shade (8000-10000K)
Preset ini untuk menghadapi sumber cahaya yang memiliki intensitas tinggi, misalnya ketika di bawah bayangan sinar matahari atau kondisi mendung (sangat berawan). Bila preset ini dipakai pada pemotretan kondisi lain, akan menghasilkan warna kekuningan.

Mengenal Shutter Speed / Rana

Rana / shutter adalah sejenis layar yang menutup media rekam (film/sensor). Pada saat melepas rana, maka akan terbuka selama sekian waktu sehingga sensor bisa merekam cahaya yang masuk melalui lensa. Durasi waktu pembukaan rana ini yang disebut dengan Shutter Speed.

Semakin lama shutter dibuka, akan semakin banyak cahaya yang masuk. Begitu juga ketika semakin cepat shutter dibuka, akan semakin sedikit cahaya yang masuk.

Nilai Shutter Speed yang ada pada kamera menggunakan satuan detik, misalnya : dari 16 detik sampai 1/4000 detik. 

Followers