Adsense

04 July 2012

Mengenal Metering

Light meter merupakan sebuah alat untuk mengukur intensitas cahaya, yang berhubungan dengan penentuan shutter speed, ISO, dan diafragma. Dalam mengukur cahaya, light meter memiliki beberapa mode metering, antara lain :
  • Multi segment/Evaluative/Matrix Metering
Mode ini yang umum digunakan. Pada mode ini, kamera akan menentukan exposure berdasarkan rata-rata pengukuran cahaya di seluruh bidang foto. Mode ini dianggap ideal pada berbagai kondisi pemotretan, baik indoor maupun outdoor, walaupun terkadang mode ini kurang akurat untuk pemotretan landscape.
  • Center weghted/Average Metering
Mode ini masih mengandalkan pengukuran cahaya pada bidang yang cukup luas, namun dengan prioritas pada tengah foto. Dengan mode ini, area tengah bisa mendapat exposure yang tepat. Mode ini cocok untuk pemotretan potrait. 
  • Spot Metering
Mode ini pengukuran cahaya hanya pada bidang yang sempit (sekitar 5% dari luas bidang total). Tidak semua kamera menyediakan mode metering ini. Mode ini sangat berguna pada kondisi pemotretan dengan pencahayaan yang kompleks. 

03 July 2012

Apa seh DoF (Depth of Field) itu?

DoF atau Depth of Field, kedalaman ruang atau biasa disebut dengan ruang tajam, yakni ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam foto. DoF yang lebar berarti sebagian obyek foto, dari obyek terdekat sampai terjauh dari kamera akan terlihat tajam dan fokus. Sedangkan DoF yang sempit berarti hanya bagian titik tertentu yang tajam dan fokus, bagian lain akan mengalami blur (out of focus).

DoF digunakan untuk menunjukkan suatu bagian dalam foto yang mendapatkan perhatian khusus oleh mata dikarenakan perbedaan kedalaman ruang. Secara umum, Depth of Field ditentukan oleh beberapa hal di bawah ini :
  • Jarak fokus utama dari kamera
Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan kuadrat jarak obyek. Jika kita mengubah jarak antara kamera dengan obyek sebesar 3x, maka lebar ruang tajam akan menjadi 9x lebih lebar.
  • Bukaan diafragma
Lebar ruang tajam berbanding lurus dengan diafragma. 
Contoh : Jika diafragma dinaikkan 2 stop dari F/8 ke F/16, maka lebar ruang tajam akan 2x lebar semula.
  • Panjang fokus lensa
Lebar ruang tajam berbanding terbalik dengan kuadrat panjang fokus. Jika kita mengubah lensa dari 100mm ke 50mm, maka lebar ruang tajam akan menjadi 4x lebih lebar.



02 July 2012

Beberapa Jenis Filter Kamera

Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat, beberapa jenis filter yang biasa digunakan pada kamera :

  • Filter UV
UV merupakan singkatan dari Ultra Violet, dimana dengan menggunakan filter UV akan sedikit meningkatkan kontras dari foto yang kita hasilkan. Filter ini juga berguna melindungi lensa dari debu dan goresan benda di sekitar kita.
  • Filter ND
ND merupakan singkatan dari Neutral Density, dimana dengan menggunakan filter ND, kita dapat meredam intensitas cahaya yang masuk ke sensor kamera. Tujuan nya supaya kita bisa menggunakan aperture yang lebih besar atau shuttter speed yang lebih rendah.
  • Filter Polarizer
Filter ini berguna untuk meredam pantulan cahaya dari benda yang memliki permukaan non-metal (misalnya : kaca). Selain itu, filter ini juga berguna untuk meningkatkan kontras dan saturasi warna. Ada 2 tipe polarizer, yaitu : 

- Polarizer Linear
- Polarizer Sirkular/CPL (filter ini bisa diatur kepekatannya dengan bantuan ring filternya)
  • Filter CU
CU merupakan singkatan dari Close Up, dimana dengan menggunakan filter CU, kita dapat mengubah jarak fokus obyek yang akan difoto. Efek yang dapat ditimbulkan oleh filter ini antara lain :

- Cahaya turun 1-2 stop
- Ketajaman berkurang
- DoF menjadi lebih sempit

Followers